Media Transmisi Wireless


MEDIA TRANSMISI JARINGAN


Untuk mengirimkan data atau informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, kita memperlukan suatu media atau jalur untuk membawanya hingga pada tujuan yang diinginkan. Media yang membawa data tersebut biasanya disebut dengan Media Transmisi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Transmision Medium.
Jadi pada dasarnya, yang dimaksud dengan Media Transimisi adalah media atau jalur yang digunakan untuk membawa informasi dari pengirim (sender) ke penerima (receiver) atau sebaliknya.
  • Medium yang digunakan komputer untuk mengirim dan menerima pesan disebut media transmisi.
  • Setiap media memiliki spektrum elektromagnet yang berbeda.
  • Spektrum elektromagnet menggambarkan lebar jalan yang dimiliki media yang dapat dilalui sinyal dari satu komputer ke komputer yang lain.
Setiap perangkat elektronik yang difungsikan sebagai alat komunikasi memiliki media transmisi yang berbeda-beda. Contohnya, Telepon Kabel menggunakan Kabel sebagai media transmisinya, Telepon Selular (Ponsel), siaran televisi dan Radio FM menggunakan Frekuensi Radio sebagai media transmisinya, remote control televisi menggunakan infrared (infra merah) sebagai media transmisinya dan lain sebagainya.
Dalam teknik elektronika, Informasi yang ditransmisikan tersebut dapat berupa sinyal listrik ataupun elektromagnetik.
Kualitas dan kemampuan suatu media transmisi pada umumnya tergantung pada beberapa faktor.
  • Bandwidth (Lebar Pita), yaitu lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi. Satuan bandwidth adalah Hertz.
  • Noise, yaitu gangguan yang terjadi pada saat transmisi data melalui media transmisi tertentu. Noise pada dasarnya adalah sinyal yang tidak diinginkan oleh pengirim maupun penerima.
  • Radiasi, yaitu kebocoran sinyal dari media karena adanya karakteristik listrik yang tidak diinginkan pada media yang bersangkutan.
  • Attenuation, yaitu tingkat kehilangan energi saat perambatan sinyal atau pelemahan sinyal pada saat perambatan.

Media Transmisi Wireless


Media transmisi wireless atau yang disebut juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided atau wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air. Untuk transmisi, Antena menyebarkan energi elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetikdari media.
Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless :
a)      Searah
Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang terpusat; antenna pentransmisi dan antenna penerima harus disejajarka dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskannya kedalam sinar searah.
b)     Segala Arah
Untuk konfigurasi segala arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke seagala penjuru dan diterima oleh banyak antenna.

Media Transmisi Unguided (Wireless)
Suatu media yang digunakan untuk mengirimkan data, dimana arah ujung yang satu dengan ujung yang lainnya tersebar. Komunikasi ini mengirimkan sinyal ke udara berdasarkan spektrum elektromagnetik. Menggunakan sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal elektromagnetik. Rentan intereferensi.
Suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, Media ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara atau air.
Tiga macam wilayah frekuensi antara lain :
a)      Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 GHz
  • Gelombang Mikro Terrestrial
Dengan tipe antenna gelombang mikro yang paling umum adalah parabola ‘dish’. Ukurandiameternya biasanya sekitar 3 cm. antenna pengirim menfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antenna penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu diatas tanha untuk memperluas jarak antar antenna dan agar mampu melakukan transmisi agar menembus batas, jarak maksimum antara antenna ditetapkan.
  • Gelombang Mikro Satelit
Satelit komunikasi adalah sebuah stasion relay gelombnag mikro. Dipergunkan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai station bumi atau ground station. Satelit menerima transmisi diatas satu Band frekuensi, dan mengulang sinyal-sinyal, lalu mentramisikannya ke frekuensi yang lain.Satelit komunikasi merupakan suatu revolusi dalam teknologi komunikasi. Satelit sangat sesuai untuk distribusi siaran televisi.Program-program ditransmisikan ke satelit dan kemudian di siarkan kesejumlah stasion, diman program tersebut kemudian di distribusikan kepemirsa.Transmisi satelit juga dipergunakan untuk titik-ke-titik antara sentral telepon pada jaringna telepon umum.

b)     Gelombang radio 30 Mhz – 1 GHz
  • Gelombang Radio adalah bagian dari gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi paling rendah. Frekuensi adalah jumlah getaran gelombang setiap detik. Frekuensi sinyal radio berkisar 1 hertz (getar/detik) sampai 100 miliar hertz (100 giga hertz). Pita untuk siaran radio bervariasi dari 100.000 hertz (100 kilohertz) sampai sedikit di atas 100 juta hertz (100 mega hertz). Frekuensi sinyal radio yang dipakai untuk TV berkisar antara 54 dan 890 megahertz.
c)      Gelombang inframerah
  • Infrared adalah generasi pertama dari teknologi koneksi nirkabel yang digunakan untuk perangkat mobile. InfraRed sendiri, merupakan sebuah radiasi gelombang elektromagnetis dengan panjang gelombang lebih panjang dari gelombang merah, namun lebih pendek dari gelombang radio, yakni 0,7 mikro m sampai dengan 1 milimeter.
Kelebihan inframerah dalam pengiriman data
  • Pengiriman data dengan infra merah dapat dilakukan kapan saja, karena pengiriman dengan inframerah tidak membutuhkan sinyal.
  • Pengiriman data dengan infra merah dapat dikatakan mudah karena termasuk alat yang sederhana.
Kekurangan inframerah dalam pengiriman data
  • Pada pengiriman data dengan inframerah, kedua lubang infra merah harus berhadapan satu sama lain. Hal ini agak menyulitkan kita dalam mentransfer data karena caranya yang merepotkan.
  • Inframerah sangat berbahaya bagi mata, sehingga jangan sekalipun sorotan infra merah mengenai mata

Jenis Media Transmisi Unguided (Wireless)


1. Satelit
Jenis Media Transmisi yang menggunakan Satelit sebagai penerima sinyal dari stasiun bumi dan memancarnya ke stasiun bumi lainnya. Satelit pada umumnya mengorbit di pada ketinggian 36.000 km dari permukaan bumi. Setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut dengan channel transponder. Media Transmisi ini sering digunakan untuk Siaran Televisi, Telepon Jarak Jauh dan Jaringan Bisnis Privat (Private Business Network).
2. WiFi (Wireless Fidelity)
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kepraktisan,tidak perlu repot memasang kabel network. Untuk masalah kecepatan tergantung sinyal yang diperoleh.
Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:·         802.11a·         802.11b·         802.11g·         802.11n
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi
  • Ad-Hoc, Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point
  • Infrastruktur, Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.
Ada dua jenis, yaitu :
  • Wi-fi dalam bentuk PCI
  • Wi-fi dalam bentuk USB
  • WiFi adalah standar untuk WLAN yang dibuat oleh WiFi Alliance berdasarkan IEEE 802.11. Tujuan WiFi adalah memungkinkan komunikasi yang terjalin dengan baik pada berbagai perangkat wireless dari beragam pabrik pembuatnya. Jadi, buatan manapun perangkat wireless tersebut dapat saling berkomunikasi dengan baik selama mengikuti tata cara yang telah distandarkan oleh WiFi. WiFi diimplementasikan pada PC, Laptop, smartphone dan berbagai perangkat mobile lainnya.
Spesifikasi WiFi
Kelebihan dan Kekurangan dari WiFi
Kelebihannya, yaitu:
  • Biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel),
  • Infrastrukturnya berdimensi kecil,
  • Pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse),
  • Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
Kekurangan, yaitu:
  • Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin. (Dari berbagagai sumber)
3. Bluetooth
Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi infrared untuk perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer. Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA Kamera,bar-code reader, perangkat audio video bahkan sampai perangkat dapur.Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum frequency hopping (SSFH).
Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali.Secara teoritis kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini untuk standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 empunyai kecepatan hanya 420 Kbps.
  • Menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan menggunakan teknik FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum)Saat ini sudah terdapat dalam perangkat-perangkat seperti HP, PDA, Laptop. Jaringan yang menggunakan bluetooth sebagai interfacenya biasa disebut Piconet atau PAN (Personal Area Network). Jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).
Beberapa Versi bluetooth dari masa ke masa
  • 1)      Bluetooth Versi 1.0 dan V1.0B, Versi pertama kali yang di rilis adalah versi v1.0 dan v1.0B, kedua versi ini mengalami kegagalan karena perangkat dan teknologi bluetooth versi ini belum banyak yang menggunakan.
  • 2)      Bluetooth V1.1 hingga 2.0 + EDR, Bluetooth terus mengalami perkembangan yang menunjukan perbaikan pada v1.1 dengan standar IEEE Standerd 802.15.1-2002, namun versi ini masih membawa kekurangan dari versi sebelumnya. Akhirnya v1.2 yang meraih sukses dipasaran. Bluetooth terus berkembang dan memperbaiki kekurangannya versi bluetooth v2.0 ditambah teknologi Enhanced Data Rate (EDR) dirilis di tahun 2004. Kecepatan transfer bertambah hingga 3 Mbps. Yang pada sebelumnya hanya memiliki kecepatan transfer 712 Kbps.
  • 3)      Bluetooth Versi 2.1 + EDR, Pada tahun 2007  peluncuran bluetooth v2.0 + EDR. Selanjutnya bluetooth v2.1 + EDR diluncurkan, pada versi ini diperkenalkan teknologi anyar bernama SSP yang  mampu meningkatkan kemampuan pengirim dan penerima sinyal kedua perangkat bluetooth. Teknologi bluetooth v2.1 juga mengenalkan fitur EIR yang memungkinkan penyaringan lebih baik dan dapat menghemat penggunaan daya.
  • 4)      Bluetooth Versi 3.0 + HS, Versi ini diperkenalkan pada 21 April 2009 yang menawarkan kecepatan tranfer hingga 24 Mbps. Pada versi ini bluetooth telah menggunakan link wireless 802.11, teknologi yang digunakan pada WiFi. Dengan ini kecepatan tranfer bertambah. Kata “HS” merupakan singkatan dari High Speed melalui penggunaan link wireless 802.11.
  • 5)      Bluetooth Versi 4.0, Teknologi Bluetooth 4.0 meningkatkan spesifikasi utama Bluetooth sehingga memungkinkan dua tipe implementasi, yaitu modus tunggal (single-mode) dan modus ganda (dual-mode). Pada implementasi modus ganda, fungsi bluetooth hemat energi ini terintegrasi dalam sistem kendali Bluetooth klasik yang ada saat ini, yakni Bluetooth V2.1 + EDR atau Bluetooth V3.0 + HS, sedangkan chips modus tunggal mengandalkan integrasi tingkat tinggi. Hal ini memungkinkan penanaman bluetooth pada perangkat kemas (compact) sehingga memungkinkan transfer data dari satu perangkat ke banyak perangkat (point-to-multipoint) dengan penghemat daya mutakhir dan keamanan transfer data yang terjamin meskipun biaya yang dikeluarkan minimum.
Kelebihan dan Kekurangan dari Bluetooth
Kelebihannya, yaitu:
  • Bluetooth dapat menembus dinding dan media rintangan lain namun tetap harus dengan jarak maksimal 10 meter.
  • Teknologi Bluetooth tak memerlukan kabel atau media lain untuk transfer data.
  • Bluetooth dapat mensikronasikan data dari ponsel ke komputer ataupun sebaliknya.
  • Bluetooth memiliki penggunaan daya rendah dan dapat digunakan sebagai perantara modem.
Kekurangannya, yaitu:
  • Teknologi Bluetooth masih  menggunakan frekuensi sama dengan jaringan LAN.
  • Di Indonesia, sudah banyak virus yang dapat menyebar melalui Bluetooth.
  • Banyak keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan guna mencegah tranfer data gagal.
4. Wimax (Wireless Interopebality for Microwave Access)
Sebuah tanda sertifikasi untuk perangkat sesuai dengan standar IEEE 802.16. Selain itu WIMAX adalah sebuah platform untuk membangun alternatife dan pelengkap dari jaringan broadband.
5. Microwave
Gelombang mikro (microwave) adalah gelombang elektromagnetic dengan panjang gelombang antar 1 milimeter hingga 1 meter. Gelombang ini memiliki frekuensi di anatara 300 MHz (0,3 GHz) hingga 300 GHz. Gelombang mikro termasuk gelombang dengan frekuensi super tinggi (super high frequency,SHF) dengan standar SHF adalah 3 hingga 30 GHz atau 10 hingga 1 cm panjang gelombangnya.
Jenis-Jenis Antena Jaringan

Antena Grid

Antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer. Fungsinya adalah dimana antena ini memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point, atau sebagai client dari RT/RW NET. Antenna ini akan menerima dan mengirim signal data dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
Macam-macam Antena Grid
1)      Antena Grid Hyperlink 24 dBi (HG2424G-NF)
  • Antena ini didesain untuk sistem komunikasi menggunakan wireless LAN. Karakteristiknya antara lain High Gain, jarak jauh, dan F/B Ratio yang besar. Terbuat dari bahan stainless steel kualitas industri dan dilapisi oleh bahan tahan karat membuatnya cocok digunakan untuk mengatasi kendala komunikasi dan mengirimkan transmisi secara efektif. Bahan tersebut juga membuat antena ini sangat baik digunakan di berbagai macam lingkungan, seperti di atas bukit, menara, ataupun gedung.
2)      Antena Grid TPLink TL-ANT2424B 2.4-2.5GHz 24dB
  • Antena Grid dari TPLink dengan kehandalan menyamai Grid produksi Kenbotong tapi dengan harga yang lebih terjangkau. Kualitas bahannya bagus dan tebal serta bobotnya lebih berat dari Grid Kenbotong. Range frekuensinya 2.4-2.5 Ghz (mendukung Superchannel 2.5 Ghz).
3)      Antena Grid RMI 2.4GHz 24 dBi
  • Antena ini adalah rakitan dalam negeri tapi dengan lisensi RMI Korea yang handal dan ekonomis untuk kebutuhan koneksi Wi-Fi. Antena Grid ini mendukung 2.4 Ghz seperti JAHT, Minitar, Linksys, D-Link, Senao, Zcom, dan lainnya.
Antena Grid Kenbotong TDJ-2325 2.4Ghz 24dB (Support Superchannel)
Antena ini mendukung SuperChannel (2.3-2.5 Ghz) jika dipasangkan dengan AP yang mendukung SuperChannel. Grid dari Kenbotong ini sangat bagus untuk menghubungkan dua lokasi tanpa kabel, mengirim data, atau menggunakan VoIP wireless link.
Kelebihan dan Kekurangan pada antena grid
Kelebihannya, yaitu:
  • -Harga lebih murah dari antena omni
  • -Jarak sinyal lebih jauh
Kekurangannya, yaitu:
  • -Daerah persebaran sinyal relatif lebih kecil yaitu sekitar 15 derajat.
  • -Sulit memasang agar mendapatkan sinyal yang bagus untuk jarak tembak sinyal
Antena Sectoral

Antena yang juga di gunakan untuk access point to serve a point-to-multi-point (P2MP) links. Sudut pancaran antena ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Kelebihan dan kekurangan dari antena sectoral
Kelebihannya, yaitu:
  • Dapat meminimalis biaya jaringan, artinnya dengan pengembangan koneksi melalui jaringan wireless maka pengadaan hardware berupa media transmisi yang mana dalam menghubungkan antar lokasi yang berjauhan harus memilih media transmisi kabel yang berkualitas bagus dengan harga mahal, belum lagi jika kita terkendala dengan jarak maksimal media transmisi, berarti harus menambahkan perangkat lain (repeater) agar dapat terhubung. maka dengan adannya antena sectoral, perangkat tersebut tidak perlu diadakan.
  • Lebih aman, artinya dengan menggunakan koneksi antena, keamanan perangkat lebih terjamin, karena tidak terganggu oleh pembonggkaran dan pengembangan infrastruktur pemerintah seperti jalan dan jembatan, karena umumnya untuk menghubungkan lokasi yang jauh kita selalu menanam kabel di sepanjang jalan raya.
  • Untuk outdoor, antena sectoral didesign untuk kebutuhan koneksi di lapangan (luar gedung)
Kekurangan, yaitu:
  • Sisi konfigurasi, banyak sekali pihak yang berada diluar jaringan kita berusaha untuk masuk kedalam jaringan melalui koneksi yang disebar antena sectoral, namun hal ini masih dapat diantisipasi
  • Moilitas kurang, dengan menggunakan antena sectoral secara umum mobilitas dalam berhubungan menjadi kurang.
  • Kurang fleksible jika terdapat ekspansi
  • Antena sectoral merupakan merangkat yang menggunakan waveguide (system yang digunakan pada radio microwave), yaitu sistem pemampatan signal pada tabung yang kemusian dikeluarkan dan disebarkan melalui slotnya yang bertujuan menghasilkan signal dengan kualitas yang bagus.
Antena Omnidirectional

Antena yang memiliki pola pemancaran sinyal ke segala arah dengan daya sama. Antena ini hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derajat.
Kelebihan dan Kekurangan dari Antena OmniDirectional
Kelebihannya, yaitu:
  • -Dapat melayani jumlah pengguna lebih banyak
  • -Daya lebih luas
Kekurangan, yaitu:
  • -Pengalokasian frekuensi untuk tiap sel agar tidak terjadi interferensi
  • -Penggunaan dan penghamburan energi besar dalam proses membroadcast 360
Antena Parabolik

Memiliki fungsi dan frekuansi yang sama dengan antena grid. Memiliki jangkauan lebih jauh dan lebih fokus dibandingkan antena Grid. Digunakan untuk aplikasi point to point jarak jauh.
Kelebihan dan Kekurangan antena parabolic
Kelebihannya, yaitu:
  • -Dapat digunakan untuk menerima 3 satellite sekaligus tanpa harus menggerakkan antena.
  • -Dapat menampilkan gambar dari semua TV dari satelit yang ditangkap dalam sekejap.
  • -Kondisi permanent sehingga tidak gampang goyah terhadap posisi.
  • -Signal quality dapat maksimum
Kekurangan, yaitu:
  • -Tidak dapat digunakan menangkap satelit lebih dari 5
  • -Membutuhkan lebih banyak LNBF
  • -Channel yang diterima lebih sedikit
Antena Yagi

Yagi adalah antena yang paling umum digunakan dalam aplikasi yang beroperasi di atas 10 MHz.
Kelebihan dan Kekurangan dari antena Yagi
Kelebihannya, yaitu:
  • -Penguatan dapat diatur sesuai kebutuhan
  • -Penggunaan prinsip antenna direktoral
  • -Bisa digunakan pada frekuensi tinggi
Kekurangan, yaitu:
  • -Bahan untuk merangkai cukup banyak
  • -Pembuatan dan perhitungan relative sulit
Antena Wajan Bolik


Jenis antena ini sering digunakan di sisi client pada jaringan RT/RW-net, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005, untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz. Antena wajan bolik dapat digunakan untuk memperkuat sinyal Hotspot (seperti Mall, Kampus, Kafe, Pusat kota atau tempat yang menyediakan "FREE HOTSPOT/HOTSPOT AREA") dengan jangkauan Hotspot s/d 1 km ( tanpa halangan seperti gedung tingkat atau kondisi geografis).
Kelebihan dan Kekurangan dari antena wajan bolik
Kelebihannya, yaitu:
  • -Penggunaan antena Wajanbolic ini memiliki beberapa keuntungan:
  • -Jaringan lebih cepat daripada modem
  • -Dapat di pasang dengan cepat dan mudah sehingga tidak menyita waktu terlalu banyak.
  • -Murah
Kekurangannya, yaitu:
  • -Karena berupa 'solid dish maka pengaruh angin cukup besar sehingga memerlukan mounting ke tower yang cukup kuat
  • -Level daya yang dipancarkan tidak bisa dikendalikan dengan baik.
  • -Tidak sesensitif antenna parabola asli dalam menangkap gelombang sinyal
  • -Tidak tahan lama, harus melakukan kalibrasi ulang berkali-kali.

Spesifikasi Jaringan Wireless Fidelity (WiFi) menurut Standar IEEE
(IEEE) Institute of Electrical and Electronics Engineers adalah Group dari Organisasi Insinyur yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Setiap standarisasi yang diciptakan memiliki kode tersendiri. Salah satunya standarisasi di jaringan wireless yang memiliki kode 802.11. Dengan adanya standar ini dimaksudkan agar setiap perangkat wireless yang berbeda tetap dapat berkomunikasi meski berbeda vendor.
Sampai saat ini sudah terdapat enam standar yang sudah digunakan yaitu :
1.      802.11
Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, telalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.
2.      802.11b
IEE menciptakan standar lanjutan yang dinamakan 802.11b pada tahun 1999 mendukung bandwidth mencapai 11 Mbps. Masih bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Vendor perangkat elektronik pada umumnya lebih memilih menggunakan frekuensi ini dikarenakan dapat menekan biaya produksi. Seperti yang diketahui, frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi radio yang tidak diatur sehingga dapat menimbulkan gangguan dari perangkat elektronik lainnya seperti microwave, televisi dan perangkat lainnya yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan mengatur jarak antar perangkat elektronik sehingga tidak menimbulkan gangguan atau interferensi.
Router yang hanya menggunakan standar 802.11b ini juga sudah tidak diproduksi lagi. Namun beberapa router baru masih mendukung standar ini. Standar ini, secara teoritis mendukung bandwidth data mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal mencapai sekitar 150 kaki (+-45 Meter).
3.      802.11a
Saat standar 802.11b sedang dikembangkan, IEEE membuat ekstensi untuk standar 802.11 yang dinamakan 802.11a. Standar ini diciptakan pada saat yang bersamaan dengan standar 802.11b. Standar ini sudah mendukung bandwidth data mencapai 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 5 GHz (semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek jangkauan sinyal). Dikarenakan berjalan pada frekuensi yang bebeda dengan standar 802.11b, kedua teknologi ini tidak kompatible satu sama lain. Beberapa vendor menawarkan perangkat jaringan hybrid 802.11a/b. Namun perangkat tersebut hanya dapat menjalankan satu standar pada satu waktu
4.      802.11g
Standar ini diciptakan pada tahun 2002 dengan menggabungkan kelebihan masing masing standar 802.11a dan 802.11b. Standar ini mendukung bandwidth 54 Mbps dan menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang berarti memiliki jangkauan sinyal yang luas. Perangkat dengan network adapter yang mengadopsi standar ini juga kompatibel dengan standar 802.11b begitu juga sebaliknya.
5.      802.11n
Standar 802.11n sering dikenal dengan sebutan Wireless-N diciptakan untuk memperbaiki standar 802.11g dalam hal jumlah bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal wireless dan antena (disebut dengan teknologi MIMO, Multiple in Multiple out). IEEE meresmikan standar ini pada tahun 2009 dengan spesifikasi menyediakan bandwidth sampai 300 Mbps. Standar ini juga menawarkan jangkauan sinyal yang lebih baik dibandingkan standar wireless sebelumnya serta memiliki kompabilitas dengan perangkat yang memiliki standar 802.11b/g. Standar wireless ini beroperasi 2 frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz
6.      802.11aZ

Generasi terbaru dari standar Wifi yang populer digunakan. Memanfaatkan teknologi wireless dual band mendukung koneksi secara bersamaan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Menawarkan kompabilitas dengan standar 802.11b/g/n serta mendukung bandwidth mencapai 1300Mbps pada frekuensi 5 GHz ditambah 450Mbps pada frekuensi 2,4 GHz

Wireless Local Area Network (WLAN)


Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya. Sesuai perkembangan karakteristik masyarakat seperti yang telah disebutkan di atas maka LAN menawarkan suatu alternatif untuk komputer portabel yaitu wireless LAN (WLAN). WLAN menggunakan frekuensi radio (RF) atau infrared (IR) sebagai media transmisi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :
  • -Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan harga murah.
  • -Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan tertentu.
  • -Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media transmisi (seperti teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan dihasilkan sistem WLAN yang tangguh.
  • -Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
Komponen - Komponen WLAN, yaitu :
  • 1.)    Acces Point , Merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan di salurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
  • 2.)    Wireless WLAN Interface, Merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Dekstop PC, peralatan yang dikembangkan secara masal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).
  • 3.)    Mobile/Dekstop PC, Merupakan perangkat akses untuk pengguna. mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan dekstop PC harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atu USB (Universal Serial Bus).
  • 4.)    Antena External (optional), Digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dirakit sendiri oleh user. Contoh : antena kaleng.
Komponen Dasar WLAN

Wireless Network Adapters (WLAN Card)


Access Point (for Infrastucture Mode only)


Antena (Optional)





Nah terakhir dari pembahasan kali ini, Jadi Kesimpulannya…

  • Media transmisi wireless atau yang disebut juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided atau wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air. Untuk transmisi, Antena menyebarkan energi elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetikdari media.
  • Pemakaian media tranmisi wireless banyak dipengaruhi oleh beberapa factor, namun factor kebutuhan dan unjuk kerjalah yang paling besar. Kebutuhan dipengaruhi oleh banyak user dan luas area yang akan dikoneksikan. Kemudian unjuk kerja yang optimal, seperti troughput yang dihasilkan diupayakan semaksimal mungkin. Penggunaan wireless akan lebih optimal jika digunakan pada area yang tidak terlalu luas, atau jarak yang tidak terlalu jauh, dan user yang tidak terlalu banyak serta topologi dataran yang mempunyai LOS memadai.
  • Namun jika ternyata area yang dikoneksikan sangat luas dan user yang sangat banyak, dan jarak yang sangat jauh serta topologi dataran yang tidak LOS, maka pemakaian media wireless sangat dianjurkan.
  • (IEEE) Institute of Electrical and Electronics Engineers adalah Group dari Organisasi Insinyur yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Setiap standarisasi yang diciptakan memiliki kode tersendiri. Salah satunya standarisasi di jaringan wireless yang memiliki kode 802.11. Dengan adanya standar ini dimaksudkan agar setiap perangkat wireless yang berbeda tetap dapat berkomunikasi meski berbeda vendor.

Posting Komentar

0 Komentar