Distro
Linux yang Dikembangkan oleh orang Indonesia serta Fitur-fiturnya
IGOS adalah
sebuah gerakan yang dibentuk untuk meningkatkan penggunaan dalam pengembangan perangkat
lunak ini bersumber terbuka di Indonesia yang dinamakan Indonesia,
Go Open Source.
IGOS nusantara
atau IGN
adalah Sistem operasi dengan perangkat lunak legal, handal tanpa membayar
lisensi untuk pengguna di indonesia.
IGN di kembangkan oleh LIPI bersama
dengan komunitas. IGN secara konsisten dikembangkan sejak 2006. setiap tahun
dikeluarkan versi terbaru. Versi pertama dirilis tahun 2006 memakai IGN
2006(R1), IGN 2007(R2), IGN 2008(R3),IGN 2009(R4), IGN 2010(R5), dan IGN
2011(R6), mulai rilis ketujuh atau R7 IGN tidak memakai kode tahun. Tahun 2012
tersedia rilis 8 atau IGN R8.0 sejak R8.0 tersedia 32bit dan 64bit. Tahun 2014 tersedia rilis sepuluh atau IGN X.
Fitur utama IGOS Nusantara (IGN)
IGOS
Nusantara dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak baru.
Kernel
sebagai inti sistem operasi pada IGN telah menggunakan Kernel Linux yang
mutakhir. IGN X.0 telah memakai kernel Linux versi 3.17.3.
Berikut
ini beberapa paket atau aplikasi yang ada di IGOS Nusantara:
ü Aplikasi
Perkantoran: LibreOffice
ü Aplikasi
Grafis: Gimp, Inkscape, Blender
ü Aplikasi
Internet: FireFox, Pidgin, Thunderbird
ü Aplikasi
Multimedia: Gnome Player, XMMS, Audio Mixer, VLC
Kelebihan IGOS Nusantara :
IGOS
Nusantara memiliki beragam kelebihan, antara lain:
·
Pengembangan yang konsisten, tiap tahun
tersedia versi baru
·
Pengembangan dilakukan oleh LIPI
bersama komunitas open source Indonesia
·
Menggunakan Bahasa Indonesia
·
Tampilan (grafik, ikon, kertas dinding)
bernuansa Indonesia
·
Tersedia beragam pilihan media: LiveCD,
DVD instalasi, LiveUSB
·
Tersedia server repositori yang
terhubung di IIX
·
Tersedia versi 64bit sejak IGOS
Nusantara R8.0
·
Tersedia versi IGOS Nusantara untuk
Server.
·
Tersedia untuk Sistem Informasi
Geografis yaitu IGN OpenGeo
·
Tersedia distro turunan IGOS Nusantara,
yaitu Distro ITS Emas, IGNiter
·
Kontribusi pengembangan IGOS Nusantara
didukung beragam pihak/instansi
·
Komunitas pengguna IGOS Nusantara cukup
aktif
·
Telah dipakai dibeberapa
kegiatan/pertemuan regional, saat seminar, kampus.
·
Beberapa versi IGOS Nusantara telah
disertakan/bundle di majalah, komputer.
Penilaian
ini antara lain didasarkan pada:
·
Distro ini sangat Menarik
·
tampilan sangat Cantik dan penggunaan
kernel yang handal
·
dukungan boot untuk perangkat UEFI(Seperti
BIOS).
·
dapat menjalankan aplikasi sehari-hari
·
dan mempunyai aplikasi tambahan lainnya.
Pengguna
IGOS Nusantara
IGOS
Nusantara dapat dipakai oleh pengguna yang sehari-hari bekerja di depan
komputer dengan berbagai latar belakang. Pengguna komputer dapat memakai IGN
untuk menjaga data mereka, karena sistem operasi IGN kebal terhadap beragam
virus dan memiliki mekanisme atau pengaturan keamanan yang baik. Berbagai
aplikasi yang disiapkan pengembang IGN mampu menjawab beragam kebutuhan
pengguna dari berbagai kalangan, seperti pengguna umum, sekretaris,
profesional, desainer grafis, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain.
IGOS
Nusantara Mini
IGOS
Nusantara awalnya dirancang sebagai sistem operasi untuk Desktop. Saat ini IGOS
Nusantara dapat juga dipasang sebagai sistem operasi server. Admin server yang
terbiasa bekerja melalui konsol atau terminal dapat memasang IGOS
Nusantara Mini (versi konsol atau terminal). Pilihan instalasi konsol
ini hanya memasang aplikasi sekitar 200-an berkas rpm, atau kurang dari 20%
jumlah berkas rpm yang terpasang di LiveCD. Setelah instalasi versi konsol
selesai dan melakukan booting ulang, komputer server selanjutnya dapat ditambah
aplikasi server yang telah tersedia di repositori.
BlankOn
Linux merupakan salah satu distro Linux yang berisikan piranti
lunak (software) yang dapat digunakan untuk keperluan desktop, laptop, dan
workstation.
BlankOn
Linux diturunkan dari sebuah distro Linux yang sangat terkenal akan kemudahan
pengunaannya, yaitu Ubuntu. Dengan dipadukan oleh berbagai pernakpernik
khas Indonesia, Distro ini sangat cocok digunakan untuk pengguna komputer di
Indonesia.
BlankOn
Linux dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bersama
Komunitas Ubuntu Indonesia. Pengembangan BlankOn dilakukan secara terbuka dan
gotong royong, sehingga siapa saja bisa turut berkontribusi untuk mengembangkan
BlankOn agar menjadi lebih baik. BlankOn Linux juga bisa didapatkan oleh siapa
saja tanpa perlu membayar untuk mengunduhnya. Bahkan, Anda bisa
mendistribusikannya dan membagi-baginya secara bebas tanpa batas kepada siapa
saja.
Tujuan
dari BlankOn
Tujuan
dari pengembangan BlankOn Linux adalah menghasilkan Distro Linux yang sesuai
dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan
pendidikan, perkantoran dan pemerintahan. BlankOn Linux juga ditujukan sebagai
alternatif sistem operasi komputer yang saat ini pangsa pasarnya dikuasai oleh
sistem operasi Microsoft Windows. Selain itu, BlankOn juga diharapkan dapat
menjadi motor penggerak atau motivator bangsa Indonesia untuk menggunakan dan
mengembangkan piranti lunak berlisensi bebas dan terbuka.
Asal
nama BlankOn Linux
Nama
BlankOnberasal dari nama penutup kepala beberapa suku/budaya yang ada di
Indonesia, antara lain suku Jawa, suku Sunda, dan daerah lainnya. Dari asal
kata tersebut, BlankOn diharapkan menjadi penutup atau pelindung dari
ketergantungan dengan piranti lunak tertutup.
Selain
itu, nama BlankOn juga bisa diartikan menjadi Blank (angka biner 0) dan On
(angka biner 1). BlankOn diharapkan menjadikan orang yang belum sadar menjadi
sadar bahwa Linux bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dalam
bidang Teknologi Informasi.
Sejarah
BlankOn Linux
BlankOnLinux
pertama kali dikembangkan oleh YPLI pada tahun 2004 dengan nama kode
“Bianglala”. Pada saat itu, BlankOn merupakan turunan dari distro Fedora Core
3. Namun, rilis BlankOn pada saat itu berakhir sampai versi 1.1 dan akhirnya
mati suri.
Beberapa
tahun kemudian, yaitu pada tahun 2007, pengembangan BlankOn Linux mulai
dibangkitkan kembali oleh YPLI. BlankOn Linux yang sebelumnya diturunkan dari
Fedora Core kini diganti menjadi Ubuntu. Mulai Versi 7.0 kode nama Pattimura
ini Blankon di rillis 1 tahun sekali . Setiap rilis BlankOn Linux akan diberi
tema dan ciri khas yang berbeda sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia.
Akhirnya,
pada akhir tahun 2007, BlankOn Linux versi 2.0 dirilis dengan nama kode
“Konde”. Versi ini diturunkan dari Ubuntu versi 7.10. Kemudian, pada
pertengahan tahun 2008, BlankOn Linux versi 3.0 dirilis dengan nama kode
“Lontara”. Versi yang berbasis Ubuntu 8.04 LTS ini menggunakan tema khas
Sulawesi Selatan, terlihat dari pengunaan karya seni Kapal Pinisi pada gambar
latar belakangnya. Anda juga dapat menulis aksara Lontara’ yang merupakan
aksara khas suku Bugis. Pada bulan November 2008, BlankOn Linux 4.0
dirilis dengan nama kode “Meuligoe”. Ciri khas yang digunakan pada versi ini
adalah Aceh, dengan warna dominan hijau. Pada rilis berikutnya 5.0 menggunakan
nama Nanggar dengan khas Batak, pada rilis ini lah Logo BlankOn diganti
sehingga lebih modern.
Rilis
terakhir pada saat buku ini ditulis adalah BlankOn Linux 7.0, dengan nama kode
“Pattimura”. Sejak Versi 6.0 Ombilin tidak murni berbasis Ubuntu dan mulai
rilis 6.0 Ombilin BlankOn tidak lagi mengikuti budaya mutlak Ubuntu, sehingga
sudah banyak program yang diambil dari pembuatnya langsung. Sejak versi 6.0 ,
siklus rilis dilonggarkan menjadi setahun sekali.
Fitur
Utama BlankON
Berikut
ini beberapa paket atau aplikasi yang ada di BlankON:
ü Multimedia
: Audacious (penggantiWinamp), Brasero Disc Burner (pengganti Nero Burning
ROM), Movie Player (pengganti Windows Media Player)
ü Dokumen
:LibreOffice Writer (penggantiMs Word), LibreOfficeCalc (penggantiMs Excel),
LibreOffice Impress (pengganti PowerPoint), LibreOffice Base (penggantiMs
Access)
ü Grafis
:Inkscape (penggantiCorelDRAW), GIMP (pengganti Adobe Photoshop), Blender
(pengganti 3Ds Max), Image Viewer
Selain
itu terdapat pula,
ü HTML5
– Menyertakan gim berbasis HTML5.
ü BlankOn
Desktop – Gabungan dari Manokwari yang terus dikembangkan dan Gnome 3.
ü Antarmuka
menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga bisa lebih dimengerti oleh orang awam,
ü Sudah
menyertakan dukungan format multimedia yang lengkap, seperti untuk memutar mp3,
DVD, dan format lainnya.
ü Dukungan
aksara daerah di Indonesia yang semakin banyak
ü Menggunakan
tema dan tampilan grafis khas Indonesia.
ü Desktop
berkonteks, di mana layar komputer akan berubah sejalan dengan perubahan
konteks di luar komputer. Saat ini hanya konteks waktu dan konteks cuaca yang
dapat merubah tampilan komputer. Artinya tampilan di pagi hari akan berbeda
dengan di malam hari, juga demikian misalnya bila di luar sedang terang
benderang atau sedang hujan disertai petir maka BlankOn akan menyesuaikan.
Fitur ini hanya terdapat di BlankOn dan tidak tersedia di distro lainnya.
ü GNOME
versi 3.xx sebagai lingkungan desktop atau desktop environment yang sangat
sederhana, kaya fitur, serta dukungan BlankOn Panel yang mudah digunakan,
ü LibreOffice
3.5.xx untuk keperluan perkantoran yang sangat mirip dan kompatibel dengan
Microsoft Office,
ü Peramban
web chromium - browser untuk mengakses situs Internet,
ü Aplikasi
surat elektronik Evolution.
Kelebihan
dan Kekurangan BlankOn
Kelebihan :
·
Ringan
Distro Linux yang
dikembangkan oleh YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia) ini sangat ringan.
·
Gratis
Tidak seperti sistem
operasi Windows yang berbayar, Blankon 8 Rote ini 99% gratis! Lho kok cuma 99%?
Ya iya lah kita masih tetap harus mengeluarkan biaya untuk listrik, koneksi
internet saat download, serta mungkin biaya burning CD.
Seandainya saja
perangkat pemerintahan di Republik kita tercinta ini menggunakan Blankon 8
Rote, maka bisa melangsingkan anggaran di bidang IT milyaran bahkan triliunan
rupiah.
·
Aplikasi lumayan lengkap
Blankon 8 Rote memenuhi
kebutuhan dasar seperti memutar file-file musik dan video, pengetikan dokumen,
koneksi Internet, sampai kebutuhan desain grafis (manipulasi foto dan 3D).
Semuanya hanya dalam satu instalasi tanpa perlu menginstall aplikasi tambahan
lainnya (kecuali jika memang diperlukan).
·
Mendukung penulisan aksara Jawa, Bali, Sunda, Bugis, Batak, dan
Renda
Dengan menggunakan
aplikasi SCIM (Preferences > SCIM Input Method). Untuk mengaktifkan, tekan
Ctrl + Spasi dan lihat di pojok kanan bawah layar.
·
Tersedia tutorial untuk pemula Linux
Klik “Start Menu” lalupilih Accessories >BlankOn Tutorial.
·
man page tidak berfungsi
Setiap aplikasi di
lingkungan UNIX (danjuga Linux) biasanya memiliki manual page (atau bisa di
ibaratkan Help di Windows).
Kekurangan :
·
Linux masih kurang support untuk beperapa pembuat permainan atau
games
·
Hampir semuanya software yang telah ada merupakan hasil jerih payah
komunitas, tapi sebagian kecil merupakan dukungan dari hardware
nya.
Grombyang
OS adalah distro GNU/Linux yang dihasilkan melalui remastering
Ubuntu Mini Remix (lihat di sini),hasil remastering
ini sudah di kemas dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan sistem operasi
bernama Grombyang OS. Grombyang OS atau biasa di sebut gros ini di kemas oleh
gros-TEAM yang berasal dari Pemalang pada tahun 2015 untuk rilis versi
pertamanya ,saat ini gros sudah memasuki versi ke 2 dan nantinya akan ada versi
ke 3 yang di buat ulang menggunakan ubuntu versi baru yaitu 16.04, mari kita
tunggu versi ke 3 beberapa bulan kedepan. Gros ini bertujukan untuk dunia
Pendidikan dengan dilengkapi aplikasi-aplikasi edukasi yang dapat di lihat
di sini.
Mungkin anda akan bertanya mengapa nama sistem operasi adalah nama makanan khas
Pemalang?
Sejarah
Singkat
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, Nasi grombyang adalah sejenis nasi campur yang
merupakan makanan khas dari masyarakat Pemalang, Jawa Tengah. Nama makanan ini
berasal dari bentuk penyajiannya, yaitu antara isi dan kuah lebih banyak
kuahnya sehingga kelihatan bergoyang-goyang (bahasa Jawa: grombyang-grombyang,
artinya “bergoyang-goyang”).
Dari
beberapa testimoni, nasi Grombyang ini bercita-rasa gurih, nikmat dan merakyat.
Filosofi “gurih, nikmat, dan merakyat” inilah yang kami ambil sebagai landasan
penamaan GrombyangOS.
GrombyangOS
gurih =Tampilan
yang sedap dipandang dan menarik
GrombyangOS
nikmat =Mudah penggunaan (user-friendly), lengkap-siap pakai
GrombyangOS
merakyat =Sumber terbuka (Open Source)
Sehingga,
jika ditarik benang merah antara Perahu dan GrombyangOS ini ijinkanlah kami
berargumen sederhana sebagai berikut :
“GrombyangOS membawa semangat-filosofi Grombyang yang berpijak dari Kabupaten Pemalang dan akan terus “berlayar” menuju Indonesia dan dunia
“GrombyangOS membawa semangat-filosofi Grombyang yang berpijak dari Kabupaten Pemalang dan akan terus “berlayar” menuju Indonesia dan dunia
Nah
dari sejarah singkat di atas kita jadi tau asal mula nama sistem operasi ini,
bukan karena nama makanannya tetapi karena isinya yang mengandung unsur yang
sama dengan makanannya yang gurih,nikmat dan merakyat.
Saat
ini gros sudah dipakai kurang lebih 3500 pengguna di Indonesia terutama di
wilayah Pemalang sendiri yang pada umumnya sudah terdapat sistem operasi
grombyang, selain merakyat dalam segi penggunanya gros juga memiliki beberapa
prestasi yang di ukir adalah sebagai berikut :
1. ASTRA
INTERNASIONAL
2. SATU
Indonesia Award 2015 bidang teknologi untuk kategori kelompok dan pilihan
pemirsa
3. Penghargaan
Liputan 6 award 2016 dalam kategori rekayasa digital.
Fitur
Utama GrombyangOS
ü 5 DE (unity, gnome-shell, grombyangOS (tweak
LXDE), LXDE, & openbox)
ü Aplikasi edukasi
Aplikasi : uck, virtualbox,
gcolor2, gimp,
inkscape
Berikut
ini List App edukasi (Sedang Dalam
Proses Penyaringan Aplikasi)
1.
Education suite Gcompris – kumpulan program belajar untuk
2-10 tahun.
2.
KAlgebra - belajar aljabar
3.
KBruch - belajar pecahan
4.
KGeography - program untuk membantu belajar geografi.
5.
KHangMan - game hangman / orang yang di gantung
6.
KLettres - program untuk belajar alphabet
7.
KStars - Planetarium di desktio
8.
KTouch - Tutor untuk mengetik
9.
KTurtle - Lingkungan pemrogramman untuk pendidikan
10.
KWordQuiz - program untuk belajar vocabulary
Aplikasi Islami
1.
zekr: aplikasi belajar
Al-Qur'an
2.
Minbar: aplikasi pengingat
waktu shalat
3.
monajat: aplikasi pop-up Do'a
setiap beberapa waktu yang ditentukan
4.
firefox-praytimes: extensi
Firefox yang dapat menampilakan waktu shalat
5.
webstrict: UI frontend to
DansGuardian (aplikasi filtering konten web)
6.
nanny: parental control
system
7.
thwab: Electronic
Encyclopedia System (Ensiklopedia Islam)
8.
hijra: Kalender Islam
9.
mus-haf Othman: Othman Qur'an
Browser
TeaLinuxOS sebuah
distro GNU / Linux yang dikembangkan oleh komunitas DOSCOM dari Universitas Dian Nuswantoro Indonesia.
TeaLinuxOS
adalah sebuah OS yang dikembangkan oleh programmer untuk programmer, dengan
fitur utama penginstal modul pemrograman dan sistem install software secara
offline.
Tea berbasis Xubuntu dan
versi terbarunya saat ini 9.0 “Charmomile”.
Mengenal TeaLinuxOS
Mengenal TeaLinuxOS
Nama
OS : TeaLinuxOS
Versi
terbaru : 9.0
Arsitektur
: 32 dan 64 bit
Unduh
: versi 9.0 32bit, versi 9.0 64bit
Nama
kode : Charmomile
Turunan
dari : Versi 9 turunan dari Xubuntu 16.04
Pengembang
: DOSCOM dari Udinus
Situs
web : http://tealinuxos.org
Tampilan Desktop
Awal mengenal TeaLinuxOS, Anda akan melihat
tampilan panel atas + menu pojok kiri-atas, taskbar pada panel atas, dengan
shortcut icons pada desktop.
Menu bisa di buka / tutup dengan tombol Super ( seperti di Windows
). Tampilan ini ialah XFCE Desktop Environment sebab
Tea adalah turunan Xubuntu.
File Manager
Pengoperasian folder – folder dilakukan
dengan Nautilus, sebuah file manager yang enteng, simpel, serba
bisa, dan multi tab.
Nautilus memudahkan akses partisi – partisi, penyortiran ( Sort by
Date dsb ), search, dan navigasi selayaknya Anda temukan di Windows Explorer
atau macOS Finder.
Fitur Utama TeaLinux
1.
Module Installer ( Modularitea )
Di manakah letak kecocokan TeaLinuxOS bagi pemrogramer ?
TeaLinuxOS memungkinkan pengguna menginstall
suatu set aplikasi + tools yang sesuai bidang pemrogramannya.
Tea menyediakan Modularitea yang memberi 6 pilihan set pemrograman
mulai Web sampai Mobile Android.
Dengan sekali menekan tombol,
pengguna dapat menginstal satu set Apache, MySQL, PHP misalnya untuk
pemrograman web atau Android Studio untuk pemrograman mobile.
2.
Tea Package Maker
Sesama pengguna TeaLinuxOS bisa saling berbagi
software dengan cara memaketkan software ( + dependensinya ) dari satu Tea
untuk diinstal di Tea yang lain.
Format paket yang dihasilkan adalah .tea.
Contoh pemakaian : bila Geany sudah terinstal
di satu Tea, dengan Maker kita bisa membuat paket Geany.tea dan menginstalnya
di komputer Tea yang lain.
Cerdas bukan ? Hal ini akan membuat Tea sangat cocok bagi
masyarakat kebanyakan yang kesulitan dengan akses internet.
3.
Tea Package Installer
Paket .tea yang dihasilkan di satu TeaLinuxOS
bisa di instal di TeaLinuxOS yang lain dengan Tea Package Installer.
Cukup buka Installer dan Open berkas .tea. Maka software ( +
dependensinya ) yang terbungkus dalam .tea akan dibongkar dan diinstal pada
sistem Tea.
Dengan
begini pengguna Tea bisa saling tolong – menolong sesama pengguna ketika tidak
ada sambungan internet.
4. Desktop
Search
TeaLinuxOS
sudah dilengkapi dengan kemampuan pencarian files yang bisa membaca hingga isi
teksnya.
Ini berguna sekali bagi para programer manakala mencari
suatu kode misalnya if (‘–config’ in … ) dari sekian
banyak file Python .py di dalam folder tertentu.
Jadi, mirip seperti pencarian google yang bisa membaca
hingga isi teks bukan hanya nama file nya. Fasilitas pencarian ini bernama
Catfish.
5.
Pengaturan Sistem
Pengaturan dilakukan melalui program Settings yang
bisa diakses dari menu.
Inilah “Control Panel” di TeaLinuxOS. Di sini pengguna bisa
mengatur mouse / touchpad, shortcut keys, jaringan, tema & ikon desktop,
dan lain – lain.
DesaOS merupakan sebuah distro Linux yang dibuat khusus untuk
masyarakat pedesaan guna untuk tercapainya integritas didesa tersebut, yang
pada awalnya dikembangkan oleh Yayasan Gedhe Nusantara. Menggunakan
basis linux. Namun, Anda tidak perlu khawatir Desa OS akan susah untuk
digunakan.
Sifat Linux yang Open Source (kode sumber terbuka)
memungkinkan orang desa sekalipun dapat membuat distro Linux sendiri. Jadi
mungkin saja Anda memodifikasi
Desa OS menjadi PuskoMedia OS ataupun sesuai selera
Anda sendiri. Hal yang unik dari
Desa OS adalah Anda bisa mendapatkan Sistem Informasi Desa (SIDESA 2.0) secara
gratis untuk tata kelola pemerintahan desa. SIDESA membuat pemerintah desa
dapat melayani warganya dengan lebih efisien, cepat, dan tepat. oleh Yayasan Gedhe
Nusantara.
Operasi Sistem Sebagai nafas pertama sistem komputer adalah
bagian penting didalam proses pengembangan sistem informasi perdesaan. Operasi
Sistem Linux adalah satu Operasi Sistem yang dapat dikembangkan dan diterapkan
pada lingkungan perdesaan, dengan konsep kebebasan yang bertanggung jawab yang
dimiliki oleh Sistem Operasi Linux.
Tujuan DesaOs
Tujuan pengembangan DesaOs
adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di desa
se-Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran, dan pemerintahan.
DesaOS dikembangkan dengan dukungan multimedia seperti mp3, vcd dan dvd. DesaOs
didesain dengan tampilan grafis dan tema yang menampilkan ciri khas Indonesia.
Pengembangan DesaOS akan terus dilakukan secara terbuka kepada publik.
Karakteristik DesaOs
DesaOS menggunakan desktop
environment xfce yang bisa dikatakan sangat ringan sehingga mampu berjalan pada
komputer dengan spesifikasi rendah.
Fitur Utama DesaOs
Sifat Linux yangHal yang
unik dari Desa OS adalah Anda bisa mendapatkan Sistem Informasi Desa (SIDESA
2.0) secara gratis untuk tata kelola pemerintahan desa. SIDESA membuat
pemerintah desa dapat melayani warganya dengan lebih efisien, cepat, dan
tepat.
Fitur unggulan kedua
adalah SIKOMAR, Sistem Komunikasi antar Rakyat. SIKOMAR membuat Anda bisa
melakukan panggilan telfon secara gratis menggunakan jaringan. Jika dalam satu
Desa tercakupi oleh satu jaringan nirkabel, maka sangat mungkin sekali para
warga tidak perlu mengeluarkan pulsa
hanya untuk menelfon tetangganya.
Filosofi DesaOs
Ø DesaOs memiliki beberapa filosofi
antara lain sebagai berikut :
Ø Perangkat lunak harus tersedia bebas
biaya bagi warga desa
Ø Warga desa harus mempunyai kebebasan
untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan perangkat lunak sesuai dengan
apa yang mereka butuhkan tanpa halangan apapun.
Ø Sistem Operasi harus menyesuaikan
dengan hardware yang ada di desa.
Versi DesaOs
·
DesaOS 1.0 Nama kode ANGSLE
·
DesaOS 2.0 Nama kode BAJIGUR
Kelebihan dan Kekurangan DesaOs
Kelebihannya :
·
Mendukung
komputer dengan perangkat keras lama. Pengguna tidak perlu melakukan upgrade
hardware untuk memasang DesaOS.
·
Secara
bawaan sudah memiliki fitur lengkap, dengan dukungan multimedia penuh dan
sangat mudah digunakan.
·
Bebas
biaya dan sumber terbuka ( open source)
· Berbasis
masyarakat. Pengguna didorong untuk mengirimkan umpan ke proyek sehingga
ide-ide mereka dapat digunakan untuk meningkatkan DesaOS.
· Berdasarkan
Debian dan Ubuntu, menyediakan sekitar 30.000 paket dan salah satu manager perangkat
lunak terbaik.
· Aman dan dapat di andalkan. Berkat pendekatan konservatif untuk pembaruan perangkat lunak, manajer pembaruan yang unik dan kekokohan arsitektur Linux nya, DesaOS memerlukan sedikit pemeliharaan (tidak ada regresi, tidak ada antivirus, tidak ada anti-spyware, dll).
· Aman dan dapat di andalkan. Berkat pendekatan konservatif untuk pembaruan perangkat lunak, manajer pembaruan yang unik dan kekokohan arsitektur Linux nya, DesaOS memerlukan sedikit pemeliharaan (tidak ada regresi, tidak ada antivirus, tidak ada anti-spyware, dll).
Kekurangannya :
·
Kurang diminati Orag banyak
·
Kurang Terkenal
·
Banyak orang yang belum tau
·
Berbasis Linux
DracOS Linux adalah sistem operasi linux, bersifat opensource yang
di bangun berdasarkan Linux From The Scratch. Dracos linux di bawah perlindungan
GNU General Public License v3.0. Sistem operasi ini merupakan salah satu varian
distro linux, yang di gunakan untuk melakukan pengujian security (penetration
testing). Dracos linux di bekali oleh ratusan tools pentest, forensics dan
reverse engineering. Dracos linux tidak menggunakan tools-tools berbasis GUI
dan hanya memilki perangkat lunak yang menggunakan CLI (command line interface)
untuk melakukan operasinya.
Target
pengembangan kami kedepannya mengacu pada beberapa point di bawah ini:
1. Education;
Dracos Linux memiliki tujuan pendidikan untuk pengertian mendalam terhadap
sistem linux , penetration testing , analisa forensik dan reverse engineering.
2. Build
from source; semua pemaketan piranti lunak kami bangun dari source code yang
kami dapatkan dari berbagai situs resmi pengembang masing-masing , Penambahan
tools juga bisa di lakukan oleh pengguna dengan cara yang sama. Hal ini di
harapkan dapat merangsang pengguna untuk tetap kreatif serta membangun semangat
opensource itu sendiri.
3. Repository;
meskipun secara proporsional berdasarkan source code , tim kami akan tetap
membangun repositori untuk sanitasi sistem (lihat venomizer)
4. Heavy
Control; Perlu kami akui bahwa sistem operasi draCos sangat sulit di gunakan
untuk tingkat pemula linux. Karena di bangun dari kode sumber , kemungkinan
munculnya banyak bug dan kelemahan sistem lainnya. Dengan Harapan agar semangat
“OPREK” dapat muncul kembali setelah pada kenyataannya mulai hilang di kalangan
Linuxer khususnya di Indonesia.
5. Always
from terminal; Tidak ada satupun piranti lunak yang terinstall secara default
di sistem dracOs yang menggunakan GUI. Penggunaan CLI atau melalui terminal
(console) membuat pengguna paham tentang setiap proses yang di hasilkan oleh
piranti lunak. Sistem Desktop (DE) (lihat : dwm-dracOs) yang kami gunakan
memiliki kemampuan pemisahan terminal (spliiter) (lihat : urxvt) yang bertujuan
untuk memudahkan user dalam memantau multi proses Penetration Testing.
Fitur Utama DracOS
Dibandingkan dengan versi 1.0 Pre-test, versi 1.0 Final ini membawa
tambahan fitur-fitur baru.
ü
Termasuk penambahan dukungan XKeyboardConfig,
dukungan font arab (fribidi), giflib, keymap compiler, libxkbcommon, dan
dukungan ascii dengan aalib di bagian desktop.
ü Di
area network, DracOS Linux V1.0 Final mendapat fitur rdesktop,
bind tools (perintah dig, host, dan nslookup), dukungan
libidn, pustaka libesmtp, libndp sebagai wrapper IPv6
Nieghbor Discovery Protocol, Heirloom mailx, dan pustaka DNS.
ü Ada pula
fitur-fitur pemrograman, termasuk yasm, GC dengan dukungan libatomic_ops,
dukungan check di compiler, pnambahan GNU Scientific
Library, libevent, pustaka popt, npth, serta rpath dan runpath sebagai pustaka
dinamis untuk memuat path.
ü Di sisi
manajemen, DracOS V1.0 membawa fcron, p7zip, lm_sensors, initd-tools,
dbus-glib, exif2, libexif2, libsigsegv, pm-utils, sharutils, dukungan Open
Source ODBC sub-system dan unixODBC, tool sysstat untuk mengelola cron
dan mengaktifkan cifsiostat, iostat, mpstat, pidstat, sadf, sar, tapestat,
serta tree untuk me-manage tree berkas.
ü Di versi
Pre-test, distro Linux pentest ini membawa tool baru:
hamster dan ferret. Versi V1.0 Final membawa smtp-user-enum, tool untuk
melakukan enumerasi username melalui perintah EXPN dan
VRFY.
Perbedaan
DracOS dengan Distro Penetrasi yang lain :
1. Hampir
semua distribusi linux untuk penetrasi mempunyai tool yang sama, begitu juga
dengan DracOS yang melengkapi fitur-fitur yang lengkap seperti distribusi
lainnya.
2. DracOS
menggunakan CLI dan Openbox sebagai tampilan default, berbeda dengan distribusi
pentesting lainnya yang mempunyai tampilan yang cantik sehingga akan memakan
ram yang besar.
3. DracOS
dibangun dari LFS, berbeda dengan lainnya yang rata-rata dibangun dari sebuah
distribusi linux yang sudah ada.
ZencafeOS
adalah salah satu distro Linux yang dirancang untuk komputer dengan hardware
rendah. Dengan menggunakan Linux zencafe kita dapat memiliki sebuah sistem
operasi yang sangat powerful pada PC tua yang kita miliki. Meskipun dengan
komputer yang terbatas, namun dengan sistem operasi yang handal kita dapat
memenuhi kebutuhan pekerjaan sehari-hari.
Zencafe
GNU/Linux atau singkatnya Zencafe merupakan salah satu keluarga distro Zenwalk
(sebelumnya MiniSlack). Zencafe dikembangkan di Indonesia merupakan penjelmaan
dari distro LiGOS yaitu kernel yang dikembangkan programmer relawan dari
seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan
jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah.
Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan
terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux. Linux
adalah kernel yang dikembangkan programmer relawan dari seluruh dunia dibawah
koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan jantung dari sebuah sistem
operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah. Sumbangan aplikasi dasar
termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk sebuah sistem
operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’,
Linux for Indonesia Goes Open Source.
Linux for Indonesia Goes Open Source.
Zencafe
yang dikhususkan untuk kebutuhan warnet telah menjadi pionir distro Internet
Cafe yang berkiprah Internasional.
Sejarah dan Perkembangannya
Versi 1.0
dari Zencafe dirilis 9 April 2007 mengemas kernel yang dikembangkan programmer
relawan dari seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel
merupakan jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara
terpisah. Sumbangan aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects,
memungkinkan terbentuk sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama
GNU/Linux.’, (’Linux adalah kernel yang dikembangkan programmer relawan dari
seluruh dunia dibawah koordinasi Linus Torvalds. Kendati kernel merupakan
jantung dari sebuah sistem operasi, ia belum dapat berfungsi secara terpisah.
Sumbangan
aplikasi dasar termasuk packages dari GNU Projects, memungkinkan terbentuk
sebuah sistem operasi dengan fitur penuh dan diberi nama GNU/Linux.’, Linux
kernel 2.6.20, gyachenhanced (yahoo messenger with cam), CCL billing warnet,
program Autorecovery (deepfreeze) dan banyak lagi aplikasi lainnya.
Fitut Utama ZencafeOS
ü Berbasiskan
Linux Zenwalk 6.4;
ü Linux
kernel 2.6.33.4;
ü OpenOffice.org
3.2.1;
ü Mozilla
Firefox 3.6.6;
ü Pidgin
2.7.1;
ü GYachE Improved
1.2.6;
ü Mkahawa
Internet Cafe management application;
Kelebihan dan Kekurangan ZencafeOS
Kelebihan :
·
Kecepatannya dalam membuka folder.
·
Memakai kernel terbaru yaitu 2.6.28.7
·
Tahapan Instalasi yang lebih pendek dan
mudah
·
Implementasi shortcut seperti pada OS Windows
·
Berfungsi untuk menampilkan menu, wine
membuka file manager
·
Right clik pada desktop akan menampilkan
menu tersendiri
·
Desain icon yang baru
·
Dukungan webcam yang lebih baik
·
Firefox kembali menjadi default web browser
·
Dukungan terhadap format dokumen MS Office
2007 atau docx
·
Ada jg fitur mirip deepreeze (di versi 1.0)
Kekurangan :
·
Karna dia pake XFCE, newbie susah
beradaptasi
·
Dukungan vga-nya masih kurang, mesti
compile ulang kernel lagi
Linux Kuliax adalah sebuah distribusi Linux LiveCD yang dikembangkan
oleh Kuliax Project untuk pendidikan di universitas. Distribusi ini awalnya
berbasis Debian GNU/Linux dan Knoppix, kemudian setelah versi 6.0 pengembangannya
diubah ke basis Debian GNU/Linux dan Debian Live. Kuliax dioptimasi ke arah
penggunaan desktop Linux. Berkas image Kuliax dapat diunduh dan didistribusikan
dengan bebas.
Sejarah Linux Kuliax
Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga
adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium
Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan
perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh
hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan
bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.
Berawal
dari sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an
dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan
kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan
dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Fitur Utama Linux Kuliax
Kuliax memiliki banyak fitur yang
dapat digambarkan sebagai berikut.
ü Stabil
dan Kompatibel : Kuliax menggunakan Debian GNU/Linux rilis stable sebagai dasar
dan kompatibel dengannya, sehingga pengguna memperoleh sistem yang stabil serta
dapat menggunakan paket-paket Debian di Kuliax dan demikian pula sebaliknya.
ü Relatif
Mutakhir : Kuliax menggunakan paket-paket relatif baru atau mutakhir yang
diambil dari backports.org, arsip pengelola Debian, dan Kuliax backports
khususnya untuk aplikasi. Sistem dasarnya sendiri termutakhirkan ke versi paket
pada repo terkini saat masa pengembangan.
ü Sistem
Live : Pengguna dapat menjalankan Kuliax langsung dari CDROM tanpa mengubah
sistem operasi yang sudah ada. Kuliax dapat pula dipasang di harddrive
menggunakan pemasang/installer yang telah disediakan.
ü Relatif
Gegas dan Responsif : Sistem Kuliax telah dikonfigurasi dan dioptimasi untuk
penggunaan desktop, sehingga dukungan-dukungan yang dibutuhkan seperti
peningkatan respon dan interaktivitas terdapat di dalamnya.
ü Lingkungan
Grafis : Kuliax menyediakan antarmuka grafis yang ramah pengguna, sehingga
memberikan kemudahan untuk bekerja dan berkarya. Lingkungan desktop yang
disediakan adalah KDE dan perangkat lunak-perangkat lunak berbasis grafis lainnya.
ü Dukungan
perangkat keras komputer dan notebook : Kuliax menyertakan dukungan driver
sehingga dapat mendeteksi dan mengkonfigurasi hampir semua perangkat keras yang
pengguna miliki. Selain itu fitur seperti ACPI, hibernate, utilitas, banyak
tipe sistem berkas seperti dukungan baca-tulis NTFS juga disertakan.
ü Kumpulan
Aplikasi : Kuliax berisi kumpulan aplikasi berukuran total ~1.8 GB pada
LiveCD-nya yang relatif lengkap untuk penggunaan umum seperti perkantoran,
multimedia, produktivitas, utilitas, serta program-program yang dikhususkan
untuk target distribusi. Paket-paket tambahan disertakan dalam CD #2 dan di
server repositori Kuliax.
Keunggulan dan Kekurangan Linux Kuliax
Keunggulan :
·
Sangat berguna bagi dunia pendidikan
·
Berisi aplikasi lengkap yang umum digunakan
·
Memberikan banyak dukungan dan fitur-fitur yang
relatif baru di dunia Linux
·
Aplikasi dan sistem yang disesuaikan dengan
silabus/kurikulum (TI)
Kelemahan :
·
Proses instalasinya tidak semudah windows
· Struktur direktori dan hak akses yang membingungkan
bagi user yang terbiasa menggunakan windows
·
Masih banyak belum yang mengenal Linux Kuliax
GarudaOS adalah Sistem
Operasi (OS) berbasis Linux (PCLinuxOS) yang dikembangkan di Indonesia. Seperti
pada OS lainnya, Garuda OS mendukung penggunaan format dokumen terbuka (ODF)
yang juga resmi sebagai format standar ISO dan SNI (Standar Nasional
Indonesia), Menggunakan kernel Linux yang stabil, dan lingkungan desktop KDE
dengan dukungan bahasa Indonesia dan bahasa dunia lainnya, Garuda OS telah
dilengkapi dengan berbagai macam fitur.
Jika
dibandingkan dengan Microsoft Windows atau Mac OS, sistem operasi Garuda memang
belum apa-apanya, namun setidaknya Garuda OS ini dapat berfungsi baik dan tidak
terlalu buruk tampilan serta fitur-fiturnya.
Sistem
operasi Garuda merupakan Distro Linux yang berbasis PCLinuxOS Fullmonty
Edition, seperti yang telah dijelaskan OS ini adalah buatan dari pengembang
Indonesia. Sistem operasi Garuda memang sudah layak untuk dijadikan
sebagai OS pada Komputer karena sudah memenuhi standar. Meskipun sistem operasi
Garuda os dikembangkan di Indonesia, namun seperti nya sangat terlihat jelas
bahwa sistem operasi ini merupakan rombakan atau modifikasi dari Linux. hal
tersebut tidak terlalu menjadi masalah, dan sistem operasi Garuda tetap
dianggap sebagai karya anak bangsa indonesia.
Salah satu hal yang menarik lagi bahwa, sistem operasi Garuda
ternyata disediakan secara gratis. Anda tidak perlu membeli original karena
software ini berlisensi Open Source, lagipula jika sistem operasi ini
disediakan berbayar, pastinya akan lebih banyak yang menggunakan versi bajakan,
seperti windows yang merupakan sistem operasi close source dan berbayar tapi
banyak yang menggunakan windows bajakan alias windows crack.
Fitur Fitur Garuda OS
ü Kernel
Linux : 2.6.38.7, Dengan fitur ini maka OS dapat melayani bermacam program
aplikasi untuk mengakses ke perangkat keras komputer dengan aman.
ü Desktop
: KDE 4.6.3
ü Dukungan
driver VGA, garuda os mendukung berbagai macam Video Graphics Array VGA, baik dari
produsen Nvidia, ati, Intel, dan lain-lain.
ü Dukungan
Wireless untuk berbagai perangkat jaringan
ü Mendukung
perangkat printer lokal ataupun jaringan
ü Mendukung
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta 60 bahasa dunia lainnya (seperti :
Jepang, India, Korea, Cina, Arab)
ü Mendukung
banyak format populer dari kategori multimedia. Seperti pada sistem operasi
lain, Garuda juga dapat menjalankan format multimedia (seperti flv, mp4, mp3,
mpg, wav, wrna, avi, ogg, dll.)
ü Mendukung
proses instalasi berbagai macam program yang berbasis untuk Windows (seperti
Photoshop,CorelDraw, MS Office, AutoCAD, dll)
ü Dukungan
untuk instalasi berbagai macam game online ataupun offline berbasis Windows
ü Mendukung
font web google
Dewa Linux
merupakan salah satu distro linux karya anak negeri yang di remaster dari
Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Sekarang dewa linux relaease versi 3.0 dengan
nama Papuma yaitu nama sebuah Pantai berpasir putih yang sangat indah di kota
kelahiran Dewalinux, Jember. Dewalinux versi ini menyuguhkan khas budaya lokal
Jember sebagai tempat lahirnya. Distro Linux ciptaan anak bangsa ini bersifat
user friendly karena turunan dari Ubuntu serta menitik beratkan pada
warnet(warung internet) baik pada server ataupun kliennya. Merupakan distro
turunan dari ubuntu yang di desain sangat mirip dengan Windows.
Kebutuhan khusus yang dikembangkan Dewa
Linux :
1. Dewalinux Edisi Exclusive : dibuat dengan
kemasan khas Pemesan, dengan logo, slogan, visi/misi organisasi, dsb.
2. Dewalinux Edisi Warnet : dibuat dengan
fitur-fitur sesuai kebutuhan operasional warnet, termasuk billing system, dan
aplikasi-aplikasi yang umum digunakan oleh warnet.
Dewa Linux adalah distro turunan dari ubuntu yang di desain sangat mirip dengan
Windows.
Dewa Linux menggunakan basis Ubuntu 9.04 codename Jaunty Jackalope.
Versi terakhir rilis Dewa Linux bernama Dewa Linux Papuma, didesain seperti Windows 7
dan aplikasi-aplikasi bawaannya yang sangat powerfull.
Dewa Linux adalah distro turunan dari ubuntu yang di desain sangat mirip dengan
Windows.
Dewa Linux menggunakan basis Ubuntu 9.04 codename Jaunty Jackalope.
Versi terakhir rilis Dewa Linux bernama Dewa Linux Papuma, didesain seperti Windows 7
dan aplikasi-aplikasi bawaannya yang sangat powerfull.
Fitur Utama DewaLinux
ü Openoffice
3.1.1 : Office Suite dari Sun Microsystems yang sangat powerful
ü Inkscape :
Aplikasi grafis untuk para desainer dilengkapi dengan aplikasi SK1 untuk
membuka file bertipe .cdr
ü Acroread :
Aplikasi untuk membaca file bertipe .pdf
ü Wine :
emulator untuk menjalankan aplikasi yang berbasis windows
ü Win32Codecs :
Codecs2 untuk memainkan berbagai macam file multimedia. baik musik atau film.
ü Brasero
Disc Burner: Pembakar cd, seperti Nero.
ü VLC
Media Player : aplikasi pemutar file musik atau video berbagai format.
ü Firefox :
browser internet.
ü Pidgin:
aplikasi chating yang lebih mantap dibanding YM. Bisa chat berbagai id misalkan
YM, Facebook, AIM, MSN, IRC, ICQ dll.
ü Facebook :
Aplikasi Facebook yang bisa diembedd sebagai program aplikasi, artinya kita
tidak perlu mengakses via browser.
ü Gimp:
Graphic editor, seperti Photoshop
Distro Backtracknya
Indonesia. Target sama seperti konsep yang digunakan Backtrack, yaitu fungsinya
dikhususkan untuk hacking.
Sistem Operasi ini dijalankan dengan dua PC
yang fungsinya beda. 1 PC sebagai client dan 1 lagi sebagai server. Target dibuat
dari turunan Slackware 11 dan menggunakan script dari linux-live.org, sama
seperti backtrack.
Nah terakhir
dari pembahasan kali ini, Jadi Kesimpulannya..
Ada Distro Linux IGOS
Nusantara yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang
pada awalnya ingin merubah penggunaan sistem operasi diIndonesia yang umumnya
menggunakan SO Windows. Distro BlankOn namanya cukup unik yang terinspirasi
dari penutup kepala khas suku Jawa, Sunda dan lainnya yang ada di Indonesia.
Distro Grombyang yang terinspirasi pula namanya dari sebuah makanan khas
Pemalang.
Dan masih banyak yang
lainnya yang sudah saya bahas diatas.
Ternyata banyak juga Distro Linux buatan
Indonesia yang mempunyai tampilan serta fitur-fitur yang mudah digunakan, karena
sudah banyak yang berbasis GUI (Grafical User Intreface) dan ada beberapa yang
sudah compatible dengan aplikasi yang biasa ada di dalam sistem operasi Windows,
bahkan tidak kalah seperti Distro linuk dari luaran sana.




















































0 Komentar